Jumat, 28 Desember 2012
APA YANG KAMU INGINKAN ?....
Pertanyaan diatas tentunya sangat mudah diucapkan dan terkadang sangat mudah juga dijawab, namun ketika pertanyaan itu ditanyakan dengan serius dan memerlukan jawaban yang serius pula maka akan terasa kesulitan menjawabnya.
Ketika jawaban serius yang diinginkan maka kebanyakn rata-rata akan menjawab, “saya ingin bekerja”, “saya ingin membahagiakan orang tua saya”, “saya ingin hidup mandiri”, “sangat ingin membantu saudara-daudara saya” dan masih banyak lagi jawaban-jawaban standar yang sudah sangat seringkali didengar. Padahal jawaban seperti itu juga akan dijawab oleh para pengangguran, para pecundang lainnya.
Memang tidak ada yang salah dengan jawaban-jawaban atas pertanyaan “Apa yang kamu inginkan?” persoalannya adalah bukan pada jawabannya namun bagaimana jawaban itu merupakan cermin dari tindakan yang sudah mulai dilakukan, namun tindakan akan tidak tahu arah apabila tidak ada penetapan terhadap apa yang diinginkan.
Banyak modus seperti ini, sudah menetapkan apa yang diinginkan namun tidak memulai dengan tindakan, jadinya kehidupannya hanya penuh dengan hayalan belaka.
Sebenarnya apa yang diinginkan cukup diucapkan sekali saja pada diri sendiri selanjutnya adalah tindakan menuju atau upaya perwujudan apa yang diinginkan. Jangan sering-sering memikirkan lagi apa yang diinginkan yang bisa menguras energi untuk melakukan tindakan. Fokuslah pada apa yang dilakukan untuk mewujudkan keinginan, bukan pada pikiran mengenai apa yang diinginkan.
Apa yang diinginkan dalam kehidupan zahir, apa yang diinginkan dalam kehidupan bathin dan apa yang diinginkan dalam kehidupan sosial kemasyarakatan? Ketiga pertanyan ini harus dijawab secara terpisah sehingga jelas apa yang menjadi keinginan /tujuan dan jalan apa yang diambil dalam juga menjadi jelas. Sehingga yang difokuskan adalah pada tindakan atau menempuh jalan yang diambil, dan mengenai gambaran apa yang diinginkan cukup disimpan saja dalam catatan pribadi.
Kemudian tidak boleh ditinggalkan adalah berdoa, karena dengan bedoa diri akan merasa lebih tenang dan semangat untuk melakukan kegiatan dan tindakan. Dan yang lebih penting lagi adalah memaknai doa sebagai sangka baik kita. Sangka baik bahwa Tuhan pasti akan mengabulkan keinginan kita dan sangka baik bahwa kita mampu dan diberi kekuatan untuk menggapai keinginan tersebut.
Jangan sampai kehilangan sangka baik, terhadap diri sendiri apalagi terhadap Tuhan, karena apabila sangka buruk yang ada pada diri maka akan menjadi siksaan bagi diri sendiri.
Semua daftar kegiatan maupun daftar keinginan dan tindakan diatas, hanyalah awal dari perjalanan hidup untuk menuju perubahan yang lebih baik, nantinya setelah melalui tahapan ini maka sampai suatu saat nanti pencatatan keinginan-daftar tindakan-maupun daftar kegiatan tidak diperlukan lagi, karena semuanya akan berjalan dengan sendirinya.
( membaca hanyalah melahirkan pengetahuan, pengetahuan saja tidak cukup untuk menggapai keinginan. Jadi “action” dengan pengertian dan pengetahuan akan lebih mudah menggapai keinginan.)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
mantab bang!!
BalasHapus